| "BERPIHAKLAH pada yang baik, dan segeralah memantaskan diri untuk hal-hal yang besar...." Cuplikan tanya jawab Pak Mario Teguh yang on air di radio Classy FM 103.4, Padang, tanggal 15 Oktober 2009 yang lalu, terasa sangat menggembirakan sekali. Saya yang tengah otewe dipaksa berhenti untuk mencatat 'hal-hal kecil' tapi luar biasa besar gemanya. "Pantas berbahagia, karena ia memantaskan dirinya untuk berbahagia." kata beliau lagi membinarkan hati saya. Dalam tulisan saya kali ini, saya tertarik jadinya untuk memakai kata-kata bijak Pak Mario Teguh tersebut di atas untuk menjadikannya judul, dan semoga beliau tidak keberatan dan akan senang hati jika nanti beliau turut serta juga membacanya. Telepon yang masuk ke Classy Radio bertubi-tubi. SMS pun yang oleh Uni penyiar dikatakan banyak diterima, semuanya ingin menanyakan something tentang apa pun soal hidup atau sekedar curhat kepada Pak Mario, termasuk bagaimana sebaiknya menghadapi bencana dan pasca bencana (gempa). Tentang hal ini mungkin banyak orang yang tahu, tapi barangkali hanya sekedar tahu. Lihatlah berapa banyak korban setiap terjadi bencana di Republik ini. Selain ini termasuk tugas dari pemerintah, tetapi sejujurnya dari pihak kita sendiri pun (diri pribadi), kita sebetulnya harus tahu bagaimana menghadapi situasi tersebut. Atau memang tabiat dari orang-orang kita ini banyak yang sok tahu, ketika bencana itu benar-benar datang, semuanya panik. Semuanya kalang-kabut. Yang lebih gila lagi, alarm atau Alat Pendeteksi Tsunami (Tsunami Warning System/TWS) yang dipasang di garis pantai kota Padang, yang harganya konon sangat mahal sekali, hilang dicuri. Alih-alih untuk menjaga dan memeliharanya. Pandapotan Silalahi dalam artikelnya Ayo Bersiap Menghadapi Bencana (http://www.harian-global.com/, 9 Oktober 2009) mengatakan begini, "Begitulah agaknya masyarakat kita ini, upaya sinyal terhadap 'tanda bahaya' pun sering diabaikan. Padahal itu adalah salah satu cara meningkatkan kesiap-siagaan masyarakat dalam menghadapi bencana." Pandapotan tidak salah. Kita sering abai. Acuh dan bebal. Pemerintah pun sering kali mengatakan jangan menebangi hutan, masih ditebang juga hutan secara ilegal. Jangan menambang di sungai, masih juga sungai digali di sana-sini dan dibiarkan terbengkalai. Atau dalam bahasa Mario Teguh, banyak orang pandai tapi tidak bijaksana, banyak ditemukan sekarang. Tengok saja di kota-kota, gedung dibangun tinggi-tinggi tapi ternyata untuk sarang walet. Selain mengganggu ketenangan, juga berpotensi tidak sehat bagi tubuh manusia (tapi sehat uang untuk si empunya usaha), juga mengancam keselamatan jiwa (tetangga) jika gedung-gedung itu rubuh, sementara kita tinggal di daerah rawan gempa, atau kata para pakar ring of fire. Dan ketika bencana itu benar terjadi, apa yang tersisa selain air mata? Berlakukah kesombongan diri untuk menjaga, baik badan, keluarga dan harta benda? Bisakah kekayaan untuk hanya sekedar menunda tidak terjadi bencana (gempa). Pasca gempa yang terjadi di Padang banyak orang tertatih untuk memulai. Tetapi banyak dari mereka yang belum memulai. Kompas hari ini (Minggu, 18 Oktober 2009), halaman, 11 memberitakan Pemutusan hubungan kerja membanyangi warga Padang dan sekitarnya. Perusahaan, pertokoan, perhotelan, dan sebagian rumah sakit swasta yang bangunannya hancur diterjang gempa belum membuka usahanya, bahkan sebagian memilih mem-PHK karyawannya. Sangat miris sekali. Seorang tokoh Tionghoa di kawasan perdagangan Pondok, Liem Chen Hin, mengungkapkan, bahwa 80 persen bangunan pertokoan dan industri kecil di wilayah Pondok rusak. Ada sekitar 3.000 toko dan industri kecil di wilayah itu. Bayangkan rata-rata toko atau industri kecil itu mempunyai minimal 4 orang karyawan, kalikan 3.000, wow(!), sebuah angka yang fantastis orang yang kehilangan pekerjaan. Akan ke mana mereka ini selanjutnya? Kedatangan Bapak Mario Teguh ke Padang semoga bisa menjadi pengobat luka bathin bagi saudara-saudara kita yang ditimpa bencana. Dan keep move dekat dengan Tuhan. Jangan tinggalkan Dia. Berpihaklah pada yang baik, kata saya dalam hati.@ |
Saturday, October 17, 2009
BERPIHAKLAH PADA YANG BAIK...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




1 comments:
Kata kata yang mantep !
Post a Comment